Surabaya, LAZISNU Jatim
Suasana hangat menyelimuti pagi itu. Puluhan anak-anak santri yatim yang mengenakan busana serba putih berkumpul di salah satu masjid di Kota Surabaya, Sabtu (4/7/2026). Wajah-wajah ceria itu akan melakukan perjalanan spiritual yang diselenggarakan NU Care-LAZISNU Jawa Timur dalam rangka menyemarakkan bulan Muharram 1448 Hijriah.
Kegiatan dalam program Muharram Ceria itu bertajuk 'Ziarah Muassis NU Santri Yatim'. Agenda itu tak sekadar menjadi agenda wisata religi, namun menjadi ikhtiar menanamkan kecintaan kepada para ulama pendiri NU sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim.
Sebelum memulai ziarah, anak-anak santri yatim terlebih dahulu menikmati sarapan bersama di salah satu gerai Ayam Nelongso di Surabaya. Suasana sederhana itu menjadi momen berharga dalam mempererat keakraban di antara mereka.
Pasca sarapan, rombongan bertolak menuju makam Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan di Bangkalan, Madura. Di kompleks makam, para santri mengikuti rangkaian doa dan tahlil sebagai bentuk penghormatan kepada ulama kharismatik yang memiliki peran besar dalam sejarah lahirnya Nahdlatul Ulama.
Manajer Distribusi NU Care-LAZISNU Jawa Timur, M Rizal Syarifuddin, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan pengalaman spiritual sekaligus kebahagiaan bagi anak-anak yatim pada bulan Muharram yang dikenal sebagai bulan penuh keberkahan.
"Melalui ziarah ini kami ingin mengenalkan kepada anak-anak tentang keteladanan para ulama, khususnya muassis Nahdlatul Ulama," ujarnya, Ahad (05/07/2026).
"Harapannya, mereka tidak hanya memperoleh kebahagiaan melalui kegiatan ini, tetapi juga tumbuh rasa cinta kepada ulama serta semangat meneladani akhlak dan perjuangan beliau," imbuh Risal.
Usai doa dan tahlil, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada para santri yatim di halaman depan masjid sekitar kompleks makam Syaikhona Kholil. Satu per satu santri menerima bingkisan yang telah disiapkan.
"Paket bantuan tersebut berisi perlengkapan sekolah, busana muslim, serta sarung sebagai bekal menyambut aktivitas belajar sekaligus mendukung kebutuhan ibadah mereka," terangnya.
Sementara itu, Direktur NU Care-LAZISNU Jawa Timur, Moch Rofii Boenawi, menuturkan bahwa Muharram merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim. Mengingat, Muharram selain mengandung banyak keberkahan juga disebut sebagai bulannya anak yatim.
"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan kesan yang baik bagi anak-anak. Mereka memperoleh perhatian, merasakan kebersamaan, sekaligus belajar mengenal sejarah dan perjuangan para ulama NU," katanya.
Menurutnya, perhatian kepada mereka dapat pula dilaksanakan dengan menghadirkan pengalaman berharga seperti ziarah muassis, sehingga dapat membangun karakter dan memperkuat nilai-nilai keislaman pada diri santri yatim.
"Ziarah muassis NU bersama santri yatim itu menjadi pengingat bahwa bulan Muharram bukan hanya tentang memperbanyak ibadah, tetapi juga memperluas kepedulian, menebarkan kebahagiaan, serta merawat warisan nilai yang telah diteladankan para ulama," pungkasnya.