Malang, LAZISNU Jatim
NU Care-LAZISNU Jatim terus menguatkan gerakan filantropi di akar rumput. Salah satunya dengan menggelar Rapat Wilayah bertajuk ‘Gerakan Intensifikasi Koin NU’ di Lawang, Malang, Ahad (26/04/2026).
Rapat ini diikuti oleh perwakilan 15 LAZISNU PCNU Wilayah I, meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Batu, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Bangil, Kota Probolinggo, Kabupaten Probolinggo, Kraksaan, Lumajang, Jember, Kencong, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi.
Sekretaris LAZISNU Jatim, Moch Rofi’i Boenawi, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi para pengurus dalam pengelolaan dan manajemen Koin NU di semua tingkatan, mulai dari Ranting, MWCNU, hingga PCNU.
“Gerakan intensifikasi Koin NU ini penting agar seluruh pengurus memiliki pemahaman yang sama dalam tata kelola. Selain itu, kami juga ingin menumbuhkan kepedulian sosial terhadap masyarakat sekitar yang membutuhkan uluran tangan,” ujarnya.
Dirinya menyampaikan, LAZISNU sebagai lembaga filantropi di lingkungan Nahdlatul Ulama memiliki peran strategis dalam menggerakkan solidaritas sosial.
“Karena itu, gerakan Koin NU ini diharapkan menjadi program bersama yang berjalan seirama di semua tingkatan kepengurusan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, sosialisasi di Malang menjadi langkah awal agar pengurus LAZISNU PCNU mampu menyerap dan memahami konsep gerakan intensifikasi dimaksud.
“Sehingga nantinya dapat mereplikasi sosialisasi gerakan intensifikasi Koin NU di tingkat MWCNU. Dengan demikian, pelaksanaan Koin NU dapat berjalan optimal hingga ke akar rumput,” terangnya.
“Harapannya, seluruh tingkatan kepengurusan bisa melaksanakan gerakan ini secara serentak dan berkelanjutan, sehingga kepekaan sosial terhadap lingkungan semakin meningkat,” imbuh Rofii.
Ia menuturkan, gerakan ini nantinya mengacu pada aturan di dalam Surat Edaran (SE) LAZISNU Jatim tentang Intensifikasi Gerakan Koin NU. Di dalamnya menekankan adanya sinergi antara LAZISNU di tingkat Ranting NU, MWCNU, PCNU, hingga PWNU.
“Melalui kolaborasi ini, LAZISNU Jatim menargetkan penguatan peran filantropi NU dalam membantu masyarakat yang membutuhkan secara lebih terstruktur dan massif,” pungkasnya.
Diketahui, Tim Intensifikasi Gerakan Koin NU ini terbagi dalam tiga wilayah. Selain Wilayah I yang dikoordinatori LAZISNU Malang, terdapat pula Wilayah II (koordinator LAZISNU Tulungagung) dan Wilayah III (koordinator LAZISNU Sidoarjo).
Adapun Wilayah II, meliputi LAZISNU Tulungagung, Nganjuk, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Trenggalek, Ponorogo, Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Kabupaten Madiun, dan Kota Madiun.
Sementara Wilayah III, yaitu LAZISNU Sidoarjo, Surabaya, Gresik, Bawean, Lamongan, Babat, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, Jombang, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.