Blitar, LAZISNU Jatim
Semangat pengabdian tanpa batas ditunjukkan Sumardi, salah satu pengurus ranting NU Care-LAZISNU Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar.
Ia membagikan pengalaman perjuangannya membangun gerakan infak receh di desa pegunungan dengan segala keterbatasan fisik yang dimilikinya.
Ia mengaku awalnya tidak memahami apa itu NU Care-LAZISNU saat ditunjuk menjadi pengurus pada 15 Agustus 2020. Bersama rekan-rekannya di ranting Desa Serang, ia kemudian belajar dan meminta bimbingan kepada pengurus LAZISNU Desa Kalitengah.
Berbekal semangat khidmat , ia bersama para pengurus mulai turun langsung ke masyarakat untuk mengenalkan program Gerakan Infak Receh (GIR).
"Sosialisasi dilakukan dari rumah ke rumah, bahkan saat berkumpul bersama warga maupun kerabat," ujar Sumardi suatu ketika.
Meski memiliki keterbatasan fisik sejak lahir akibat cerebral palsy, hal itu tidak menyurutkan langkahnya dalam berjuang. Ia bercerita bahwa saat kecil dirinya belum mampu berjalan hingga usia hampir sembilan tahun dan hanya bisa merangkak.
“Alhamdulillah, Allah memberi keajaiban sehingga saya bisa berjalan sampai sekarang,” tuturnya.
Medan Desa Serang yang berupa pegunungan berbatu dan sulit dilalui kendaraan menjadi tantangan tersendiri. Bahkan, ia sering harus berjalan kaki melewati jalan terjal demi menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Pada akhir September 2020, hasil penghimpunan Gerakan Infak Receh mulai dapat ditasarufkan kepada warga. Penyaluran perdana dilakukan pada awal Oktober 2020.
"Ini menjadi pengalaman berharga bagi seluruh pengurus ranting LAZISNU Serang," ungkap Sumardi.
Ia menegaskan bahwa perjuangan dalam berkhidmat tidak selalu berjalan mulus. Selain menghadapi medan berat, dirinya juga kerap menerima cibiran dan diremehkan oleh sebagian orang. Namun, ia memilih tetap istiqamah menjalankan amanah organisasi.
“Yang menjadi pegangan saya adalah dawuh Kiai Yusuf, jangan berpikir mendapat apa dan diberi berapa. Kalau niatnya lillahi ta’ala, insyaallah Allah akan memberi keberkahan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada NU Care-LAZISNU PCNU Kabupaten Blitar yang telah memberinya bantuan kendaraan roda tiga modifikasi untuk mendukung aktivitas khidmatnya di lapangan.
Ia pun berpesan agar pengurus LAZISNU di seluruh daerah turut melibatkan kaum difabel dalam kepengurusan organisasi dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Mohon apabila di sekitar panjenengan ada kaum difabel, bisa diajak dan dilibatkan menjadi bagian dari keluarga besar NU Care-LAZISNU,” pesannya.