Pasuruan, LAZISNU Jatim
Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Pasuruan berkomitmen untuk menggalakkan Gerakan Intensifikasi Koin NU yang diinisiasi oleh NU Care-LAZISNU Jatim. Hal itu diwujudkan dengan sosialisasi yang dipusatkan di Kebon Pring, Kota Pasuruan, Sabtu (08/08/2026).
Ketua LAZISNU Pasuruan, Nur Kholis Majid, mengatakkan bahwa koin NU bukan sekadar program pengumpulan infak, melainkan fondasi penting dalam membangun kemandirian organisasi sehingga mampu membiayai berbagai kegiatan keumatan tanpa bergantung kepada pihak lain.
"Koin NU adalah kekuatan organisasi, dari sinilah kita membangun kemandirian untuk mendanai kegiatan-kegiatan NU, baik di tingkat ranting, MWCNU, hingga PCNU," ujarnya.
Menurutnya, masih banyak pihak yang memandang remeh gerakan koin NU. Padahal, jika dikelola secara konsisten dan melibatkan seluruh Nahdliyin, hasilnya akan sangat besar bagi penguatan organisasi.
"Jangan menganggap remeh koin NU. Justru inilah yang harus kita gerakkan bersama demi mewujudkan kemandirian organisasi dan jam'iyah," tegasnya.
Dirinya pun mengajak seluruh pengurus LAZISNU di semua tingkatan menjadi teladan sebelum mengajak masyarakat untuk berinfak melalui koin NU. Gerakan tersebut harus dimulai dari diri sendiri dengan membiasakan menyisihkan infak secara rutin.
"Mari kita memberi contoh sebelum menyuruh ke orang lain. Kita awali dari diri sendiri. Setiap bulan cukup mengumpulkan Rp 500 atau Rp 1.000. Nominalnya kecil, tetapi jika dilakukan bersama-sama akan menjadi kekuatan besar," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa dana yang terkumpul nantinya akan dikelola secara profesional dan disalurkan untuk mendukung berbagai program kemanusiaan LAZISNU serta kebutuhan lembaga dan badan otonom di lingkungan Nahdlatul Ulama.
"Kita awali dari LAZISNU untuk membangun kemandirian organisasi. Syaratnya adalah mengumpulkan koin NU, kemudian kita kelola dengan baik," pungkasnya.
Sumber: jatim.nu.or.id