Bondowoso, LAZISNU Jatim
NU Care-LAZISNU Jatim terus melakukan konsolidasi demi mewujudkan Intensifikasi Gerakan Koin NU di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Di antara konsolidasi tersebut dilaksanakan di Kantor PCNU Bondowoso, Ahad (23/8/2026) yang menyasar pengurus UPZIS LAZISNU MWCNU se-Kabupaten Bondowoso.
Direktur NU Care-LAZISNU Jatim, Moch Rofii Boenawi, mengatakan bahwa gerakan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) pada Maret 2026. Menurutnya, pengawasan pelaksanaan intensifikasi Gerakan Koin NU dilakukan langsung oleh LAZISNU Jatim.
"Skema ini merupakan hasil Rakorwil, yang menetapkan bahwa program intensifikasi menjadi tanggung jawab langsung LAZISNU Jatim," ujarnya.
Ia menuturkan, pihaknya berkomitmen akan terus melakukan pendampingan sekaligus pengawasan secara langsung terhadap keberlangsung gerakan ini. Harapannya setiap tahapan program dapat berjalan maksimal sesuai pedoman yang ditetapkan.
"Sehingga tata kelola gerakan Koin NU semakin profesional, akuntabel, dan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat," katanya.
Ia menambahkan, intensifikasi gerakan Koin NU harus dijalankan dengan standar yang sama di seluruh daerah agar sistem pengelolaan dan pelaporannya semakin akuntabel.
Sementara itu, Ketua LAZISNU Bondowoso, H Andiono Putra, menegaskan bahwa konsolidasi ini menjadi momentum untuk menyamakan persepsi seluruh pengurus agar pelaksanaan gerakan Koin NU berjalan seragam di setiap kecamatan.
"Gerakan KOIN NU bukan sekadar program penghimpunan infak, tetapi gerakan membangun kemandirian umat. Karena itu, seluruh UPZIS MWCNU harus memiliki pemahaman dan komitmen yang sama agar pelaksanaannya berjalan tertib, transparan, dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," ucapnya.
Ia menyebutkan, meskipun proses pelaksanaan dan mekanisme pelamporannya tidak sama persis, sebenarnya beberapa MWCNU di Bondowoso telah menjalankan program tersebut, salah satunya adalah MWCNU Cermee.
"Sehingga harapannya pengalaman yang telah berjalan itu menjadi contoh bagi UPZIS LAZISNU MWCNU lainnya agar proses pengembangan program berlangsung lebih cepat dan efektif," pungkasnya.
Sumber: ijenindonesia.com