Jombang, LAZISNU Jatim
NU Care-LAZISNU se-Jawa Timur akan menggelar Konsolidasi Amil se-Jawa Timur di Aula Pondok Pesantren Darul Ulum, Jombang, pada Ahad (30/08/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Memperkuat Tatakelola ZIS Profesional, Akuntabel, dan Berkelanjutan.”
Konsolidasi Amil NU Care-LAZISNU se-Jawa Timur tersebut diharapkan menjadi ruang konsolidasi bagi para amil NU Care-LAZISNU MWCNU di Jawa Timur untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kapasitas pengelolaan ZIS, serta membangun kesamaan langkah dalam menjalankan amanah umat.
Wakil Ketua LAZISNU Jatim, Muhammad Su’eb, menekankan pentingnya penguatan mengenai pentingnya pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang dilakukan secara tertib, profesional, serta berorientasi pada kemaslahatan penerima manfaat.
"Penguatan kapasitas amil ini penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola ZIS," ujarnya pada Rabu (26/8/2026).
Su’eb menyampaikan bahwa profesionalisme amil tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghimpun dana, tetapi juga mencakup pengelolaan, pendistribusian, pendayagunaan, hingga pelaporan dana secara bertanggung jawab.
“Pengelolaan ZIS membutuhkan amil yang memiliki kompetensi, integritas, dan komitmen terhadap amanah umat. Karena itu, konsolidasi seperti ini penting untuk menyamakan pemahaman dan memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Direktur Wilayah NU Care-LAZISNU Jatim, Moch Rofii Boenawi, menilai konsolidasi menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara NU Care-LAZISNU tingkat wilayah dengan pengelola di tingkat cabang dan jaringan.
“Yang kita bangun bukan hanya kemampuan fundraising, tetapi juga tata kelola yang kuat. Mulai dari penghimpunan, administrasi, pengelolaan data, pendistribusian, pendayagunaan, sampai pelaporan harus dilakukan secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Rofii.
Pria yang juga Sekretaris LAZISNU Jatim ini menegaskan bahwa kesamaan sistem kerja diperlukan agar pengelolaan ZIS dapat berjalan lebih efektif dan memiliki standar pelayanan yang semakin baik.
Ia menambahkan, agenda ini juga menjadi bagian dari penguatan kelembagaan NU Care-LAZISNU Jawa Timur dalam menghadapi perkembangan kebutuhan masyarakat. Pengelolaan dana umat membutuhkan sistem yang mampu menjaga amanah, transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan program.
"Pengelolaan ZIS yang baik harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan setiap dana yang dipercayakan kepada NU Care-LAZISNU dikelola sesuai ketentuan yang berlaku," pungkasnya.