Surabaya, LAZISNU Jatim
Dini hari di Kota Surabaya terasa berbeda pada Rabu (18/03/2026). Di tengah lengangnya jalanan dan lampu kota yang masih temaram, sejumlah pemuda tampak bergerak membagikan paket makanan.
Mereka menyapa satu per satu tukang becak di pinggir jalan, sembari memberikan paket makanan sahur. Ya, mereka sedang menyalurkan fidyah Ramadhan dari NU Care-LAZISNU Jatim.
Tak hanya menyasar tukang becak, fidyah puasa Ramadhan yang diterima LAZISNU Jatim juga didistribusikan kepada sejumlah petugas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Surabaya, Kamis (19/03/2026). Kali ini, paket fidyah berbentuk makanan mentahan.
“Penyaluran fidyah ini berasal dari dua sumber, yakni dari LAZISNU PBNU dan yang diterima LAZISNU Jatim sendiri,” ujar Manajer Distribusi NU Care-LAZISNU Jatim, M Rizal Syarifuddin, Kamis (19/03/2026).
Ia menjelaskan, fidyah makanan siap saji sengaja dibagikan dini hari agar bisa dijadikan menu sahur oleh tukang becak yang tersebar di berbagai sudut Kota Surabaya. Sedikitnya, 300 paket fidyah disalurkan dalam kegiatan tersebut.
“Harapannya makanan itu menjadi menu sahur bagi tukang becak sekaligus bentuk perhatian bagi mereka yang tetap bekerja demi menghidupi keluarga,” ungkapnya.
“Sementara para petugas TPA menerima bahan makanan mentah agar mereka leluasa mengolah makanan dan tidak habis sekali makan, tetapi bisa dimanfaatkan lebih lama bersama keluarga,” tambahnya.
Ia membeberkan alasan dipilihnya tukang becak dan petugas TPA sebagai penerima manfaat fidyah. Keduanya merepresentasikan kelompok pekerja sektor informal yang tetap bekerja di waktu-waktu krusial.
“Abang becak kami pilih karena mereka adalah pekerja jalanan yang sering kali tetap beraktivitas saat dini hari. Banyak dari mereka yang tidak sempat menyiapkan sahur secara layak, sehingga kehadiran makanan siap saji ini benar-benar dibutuhkan,” jelasnya.
“Sementara petugas TPA kami pilih karena peran penting mereka yang sering kali luput dari perhatian. Mereka memiliki memiliki kontribusi besar terhadap kebersihan kota,” imbuh Rizal.
Ia menegaskan, penyaluran fidyah ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan keadilan sosial kepada seluruh elemen masyarakat. “Dengan begitu, fidyah yang ditunaikan masyarakat bisa lebih dirasakan manfaatnya oleh mereka yang membutuhkan,” katanya.
Pihaknya pun menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang mempercayakan penyaluran fidyahnya melalui LAZISNU Jatim. Ia juga mengapresiasi kontribusi para mahasiswa yang telah membantu kelancaran kegiatan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa magang dari UINSA, Unesa, dan Unair yang telah membantu penyaluran fidyah ini,” pungkasnya.