Banyuwangi, LAZISNU Jatim
Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jatim melaksanakan silaturahim bersama NU Care-LAZISNU se-Tapal Kuda di Banyuwangi, Ahad (26/07/2026). Acara ini membahas sejumlah hal, di antaranya optimalisasi pengelolaan zakat produktif hingga layanan digital.
Agenda ini mengusung tema "Bersatu dalam Silaturahmi, Menguatkan Konsolidasi, Mewujudkan LAZISNU yang Profesional, Amanah, dan Berdampak bagi Umat". Acara diikuti oleh NU Care-LAZISNU di wilayah Tapal Kuda, meliputi Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Jember, Kencong, Lumajang, Kota Probolinggo, Kabupaten Probolinggo, dan Kraksaan.
Sekretaris LAZISNU Jatim, Moch Rofi'i Boenawi, mengapresiasi penyelenggaraan forum tersebut. Ia menilai konsolidasi rutin menjadi instrumen penting untuk menyamakan arah pengembangan organisasi sekaligus memperkuat koordinasi antarcabang di wilayah Tapal Kuda.
Menurutnya, tantangan pengelolaan zakat kini semakin kompleks sehingga seluruh pengurus dituntut terus meningkatkan kapasitas kelembagaan, memanfaatkan teknologi digital, serta menjaga transparansi dan akuntabilitas agar tingkat kepercayaan masyarakat terus meningkat.
"Silaturahmi ini harus menjadi ruang belajar bersama. Setiap cabang memiliki pengalaman dan inovasi yang dapat saling melengkapi. Dengan semangat kolaborasi, kita ingin membangun LAZISNU yang semakin kuat, modern, profesional, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," ujarnya.
Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua LAZISNU Jatim H Choirur Roziqin dan Anggota LAZISNU Jatim H Beni Pujo Sayogo. Selain silaturahmi, agenda ini juga diisi diskusi strategis terkait pengembangan organisasi.
Beberapa topik yang dibahas meliputi penguatan kelembagaan, peningkatan penghimpunan dana ZIS, optimalisasi pendayagunaan zakat produktif, digitalisasi layanan, peningkatan kapasitas sumber daya amil, hingga pengembangan program pemberdayaan masyarakat.
Program-program tersebut diarahkan untuk memperluas manfaat di berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, dan penanggulangan kebencanaan.
Sementara itu, Ketua LAZISNU Banyuwangi, Selamet Rahmat, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada Banyuwangi sebagai tuan rumah.
"Banyuwangi merasa terhormat dapat menjadi bagian dari ikhtiar besar membangun LAZISNU yang semakin maju, amanah, dan terpercaya," ujarnya.
Dirinya pun berharap agar pertemuan ini menjadi ajang bertukar pengalaman, memperluas jejaring, sekaligus membangun kolaborasi dalam mengembangkan tata kelola lembaga yang semakin modern dan terpercaya.
"Kami berharap pertemuan ini tidak hanya mempererat ukhuwah antar pengurus LAZISNU se-Tapal Kuda, tetapi juga melahirkan gagasan, inovasi, dan kolaborasi yang mampu memperkuat pelayanan kepada umat," pungkasnya.