Surabaya, LAZISNU Jatim
Di sudut kampung Dinoyo Lor, Kelurahan Keputran, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya, berdiri sebuah rumah berukuran sekitar 4 x 6 meter. Rumah tersebut cukup sederhana, bahkan belum memiliki toilet sendiri.
Namun, dari rumah kecil itulah tumbuh harapan besar tentang masa depan seorang anak dari seorang ayah bernama Aji Purwantoro. Aji tak lain merupakan seorang penyandang disabilitas sejak lahir. Dalam melakukan aktivitas kesehariannya, Aji harus dibantu alat kruk (crutch) untuk berjalan.
Namun, keterbatasan fisik tidak membuat Aji berhenti berikhtiar. Setiap hari ia berjualan sederhana dari rumah bersama istrinya. Penghasilan yang diperoleh tidak mencapai Rp1 juta setiap bulan, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Di tengah kondisi ekonomi yang serba terbatas, ada satu cita-cita yang terus ia peluk erat: melihat putrinya, Zulfa Syauqiyyatuz Zahra, melanjutkan kuliah setelah menyelesaikan masa belajarnya di pesantren.
Harapan itu akhirnya sampai kepada NU Care-LAZISNU Jawa Timur. Setelah melakukan asesmen, lembaga filantropi Nahdlatul Ulama itu bergerak menyalurkan bantuan demi mewujudkan harapan Aji menguliahkan anaknya.
"NU Care-LAZISNU Jawa Timur selama ini memang berkomitmen mendukung anak-anak yang memiliki semangat belajar, tetapi terkendala biaya," ujar Manajer Distribusi NU Care-LAZISNU Jawa Timur, M Risal Syarifuddin, Kamis (30/07/2026).
Bagi sebagian orang, lanjut Risal, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi mungkin pilihan biasa. Namun bagi seorang Aji, itu adalah mimpi besar yang diperjuangkan dengan segala keterbatasan.
"Dalam keterbatasan yang beliau hadapi, ada ikhtiar yang tidak pernah berhenti untuk memperjuangkan pendidikan anaknya. Semangat seperti ini harus kita jaga bersama," ungkapnya.
Risal menceritakan, dalam kesehariannya Bapak Aji banyak mengabdikan diri di Langgar Wakaf At-Taqwa untuk membantu menjaga kebersihan. Menurutnya, keluarga ini belum memiliki fasilitas toilet di rumahnya.
"Untuk kebutuhan sanitasi, mereka menumpang di toilet Langgar Wakaf At-Taqwa yang berada tepat di samping rumah," terangnya.
Sehingga dengan alasan ini NU Care-LAZISNU Jatim berikhtiar untuk membantu membuka jalan bagi harapan Bapak Aji dalam melanjutkan pendidikan anaknya ke perguruan tinggi.
"Kami berharap Zulfa dapat melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi dan kelak menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, serta agama," pungkasnya.
Diketahui, bantuan tersebut disalurkan pada Senin (27/07/2026) yang diterima langsung Bapak Aji di kediamannya. Bantuan itu merupakan program beasiswa pendidikan yang termasuk dalam lima pilar LAZISNU, yaitu NU Care Cerdas.