Surabaya – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) sebagai langkah konsolidasi program sosial yang akan dijalankan sepanjang tahun 2025. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus Lazisnu dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Dalam forum tersebut, para peserta membahas evaluasi program tahun sebelumnya sekaligus pematangan strategi penyaluran zakat, infak, dan sedekah agar semakin tepat sasaran. Beberapa fokus utama tahun ini meliputi penguatan basis data mustahik, peningkatan kapasitas relawan, serta transparansi pelaporan keuangan lembaga.
Ketua Lazisnu Jawa Timur, H. Mochammad Ridwan, menekankan pentingnya sinergi antarwilayah dalam menjalankan program kelembagaan.
“Rakorwil ini menjadi ruang koordinasi agar semua program berjalan searah dengan visi lembaga, yaitu pengelolaan zakat yang profesional, amanah, dan berdampak luas,” ujarnya.
Selain sesi pleno, kegiatan juga diisi dengan pelatihan internal administrasi kelembagaan dan pengenalan sistem pelaporan digital. Dengan sistem ini, setiap kegiatan di tingkat cabang dan ranting diharapkan dapat dilaporkan secara real-time dan terdokumentasi dengan baik.
Salah satu peserta, Ahmad Munir dari PC Lazisnu Jember, menyampaikan bahwa rakor ini membantu meningkatkan pemahaman standar operasional lembaga. “Kami menjadi lebih siap mengelola program secara profesional dan akuntabel,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Lazisnu Jawa Timur menegaskan komitmennya sebagai lembaga pengelola zakat yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus tetap berpijak pada prinsip keagamaan dan sosial kemasyarakatan.