Lazisnu Jawa Timur mencatat peningkatan partisipasi donatur infak dan sedekah sepanjang semester pertama 2025 yang berdampak pada bertambahnya penerima manfaat dari kalangan keluarga prasejahtera, anak yatim, hingga warga terdampak bencana. Dana yang terhimpun dimanfaatkan untuk program bantuan pangan, santunan rutin, respon bencana, dan dukungan pendidikan, sekaligus diperluas hingga wilayah terpencil. Selain bantuan langsung, Lazisnu juga mengintegrasikan program pemberdayaan melalui pelatihan dan pendampingan usaha agar masyarakat lebih mandiri. Dengan dukungan relawan lapangan, sistem pelaporan transparan, serta penguatan jejaring komunitas, Lazisnu Jatim menargetkan pengembangan program terintegrasi di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi sebagai fondasi pembangunan sosial berkelanjutan di Jawa Timur.
