Lazisnu Jawa Timur memperkuat Program Layanan Kesehatan Gratis hingga menjangkau desa-desa terpencil di Banyuwangi untuk membantu masyarakat prasejahtera memperoleh layanan medis dasar. Didukung tim relawan medis, program ini mencakup pemeriksaan umum, pengobatan ringan, konsultasi gizi, edukasi kesehatan, serta layanan ambulans gratis bagi warga yang membutuhkan rujukan. Lazisnu juga bersinergi dengan puskesmas dan klinik setempat, membentuk Kader Kesehatan NU di desa, serta menargetkan perluasan desa binaan hingga dua kali lipat. Dengan pelaporan transparan, program ini diharapkan mengurangi kesenjangan akses layanan kesehatan di Jawa Timur.
Festival Kemanusiaan NU 2025 yang digelar Lazisnu Jawa Timur di Alun-Alun Kota Malang selama dua hari berhasil menarik ribuan pengunjung melalui rangkaian kegiatan sosial, edukatif, dan hiburan seperti bazar amal, layanan kesehatan gratis, pentas seni, talkshow kemanusiaan, serta penggalangan dana. Acara ini juga menjadi wadah promosi UMKM binaan dan edukasi publik tentang peran zakat, infak, dan sedekah dalam pemberdayaan masyarakat. Dana yang terkumpul dialokasikan untuk bantuan pendidikan, bedah rumah, dan penguatan UMKM, dengan komitmen penyaluran transparan. Melalui festival ini, Lazisnu Jatim mengajak masyarakat menjadikan kepedulian sosial sebagai kebiasaan dan berharap kegiatan serupa menjadi agenda tahunan.
Lazisnu Jawa Timur mencatat peningkatan partisipasi donatur infak dan sedekah sepanjang semester pertama 2025 yang berdampak pada bertambahnya penerima manfaat dari kalangan keluarga prasejahtera, anak yatim, hingga warga terdampak bencana. Dana yang terhimpun dimanfaatkan untuk program bantuan pangan, santunan rutin, respon bencana, dan dukungan pendidikan, sekaligus diperluas hingga wilayah terpencil. Selain bantuan langsung, Lazisnu juga mengintegrasikan program pemberdayaan melalui pelatihan dan pendampingan usaha agar masyarakat lebih mandiri. Dengan dukungan relawan lapangan, sistem pelaporan transparan, serta penguatan jejaring komunitas, Lazisnu Jatim menargetkan pengembangan program terintegrasi di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi sebagai fondasi pembangunan sosial berkelanjutan di Jawa Timur.
Lazisnu Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) di Surabaya sebagai upaya konsolidasi program sosial tahun 2025 yang diikuti pengurus dari seluruh kabupaten dan kota. Kegiatan ini membahas evaluasi program, strategi penyaluran zakat agar tepat sasaran, penguatan basis data mustahik, peningkatan kapasitas relawan, serta transparansi keuangan, disertai pelatihan administrasi dan pengenalan sistem pelaporan digital real-time. Melalui Rakorwil ini, Lazisnu Jatim menegaskan komitmennya mengelola zakat secara profesional, amanah, adaptif, dan berdampak luas bagi masyarakat.
Lazisnu Jawa Timur meluncurkan Program Ekonomi Produktif di Surabaya untuk mendorong kemandirian ekonomi desa melalui penguatan UMKM dengan pendampingan usaha, pelatihan, permodalan bergulir, dan akses pasar. Program ini menekankan pemanfaatan zakat secara produktif agar pelaku usaha kecil dapat naik kelas, seperti dirasakan penerima manfaat yang kini mampu meningkatkan produksi dan pemasaran digital. Ke depan, Lazisnu Jatim menargetkan lebih dari 1.000 UMKM binaan di seluruh Jawa Timur guna menciptakan ekosistem usaha berkelanjutan, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga dhuafa melalui pemberdayaan ekonomi.




