NU Care-LAZISNU PBNU bersama PT Indomarco Prismatama atau Indomaret menyalurkan sejumlah bantuan dari sedekah pelanggan di bidang pendidikan hingga pemberdayaan masyarakat. Penyaluran program kerja sama kedua pihak dipusatkan di Rumah Dinas Walikota Blitar, Jalan Sudanco Supriyadi, Kota Blitar, Selasa (10/03/2026). Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Walikota Blitar H Syauqul Muhibbin, Sekretaris LAZISNU PBNU H Moesafa, dan sejumlah perwakilan PT Indomarco Prismatama.
Bendahara LAZISNU Jatim, Tamsil Ainnur Rizal, mendorong optimalisasi potensi penghimpunan dana umat di Kota Batu melalui pengembangan program kotak infaq dan pemanfaatan sistem donasi digital seperti QRIS. Menurutnya, Kota Batu memiliki potensi besar dalam penggalangan dana filantropi karena merupakan daerah tujuan wisata dengan tingkat kunjungan masyarakat yang tinggi. “Melalui langkah ini diharapkan potensi filantropi masyarakat di Kota Batu dapat tergali secara maksimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat,” ujarnya, Ahad (08/03/2026).
LAZISNU Jatim berikhtiar menggalakkan penggalangan dana sosial di kawasan wisata perkotaan dengan penyebaran kotak infaq di tempat wisata hingga rumah makan di Kota Batu. Sekretaris LAZISNU Jatim, Moch Rofi’i Boenawi, menyampaikan bahwa gagasan ini telah lama dicanangkan, namun baru terealisasi. Menurutnya, penyebaran kotak infaq di tempat wisata merupakan ikhtiar memperkuat LAZISNU di perkotaan.
PWNU Jawa Timur melalui LAZISNU Jatim mengadakan program Mudik Gratis 2026. Program ini bekerja sama dengan Pemprov Jatim dan Dishub Jatim. Antusiasme pendaftar cukup tinggi, sehingga pendaftaran segera ditutup dan dilakukan penambahan kuota. Peserta mudik direncanakan berangkat pada Rabu, 18 Maret 2026 M atau 28 Ramadhan 1447 H. Adapun titik keberangkatan di depan Kantor PWNU Jatim, Jalan Masjid Al-Akbar Timur, No.9, Gayungan, Kota Surabaya, pukul 06.00 WIB.
Melihat pontensi yang cukup besar, NU Care-LAZISNU Jawa Timur mencanangkan zakat dikelola secara produktif. Pendistribusian zakat tidak melulu pada konsumtif, tetapi dilakukan untuk pemberdayaan UMKM, bantuan modal usaha, pemberdayaan hewan ternak seperti kambing bergulir, bantuan sarana jualan gerobak dan sejenisnya. Dengan dana zakat ini, perekonomian masyarakat dapat meningkat. Mengubah mustahik (orang yang menerima) menjadi muzakki (orang yang memberi).
LAZISNU Bojonegoro pada momentum bulan Ramadhan mengajak masyarakat, khususnya Nahdliyin, untuk memperkuat kepedulian sosial kepada sesama, seperti kaum dhuafa, anak yatim, dan keluarga prasejahtera. Ketua LAZISNU Bojonegoro, Eko Arief Cahyono, menegaskan bahwa Ramadhan merupakan bulan penuh keberkahan. “Ramadhan 1447 Hijriah adalah bulan keberkahan. Setiap rupiah yang disedekahkan akan menjadi cahaya kebaikan yang terus mengalir pahalanya,” katanya.





