NU Care-LAZISNU Jatim menerima penyaluran donasi sebesar Rp121.237.600 untuk korban bencana di Aceh dan Sumatra. Donasi itu dikumpulkan dari ribuan siswa jenjang TK hingga SMA, termasuk anak asuh Panti Asuhan Yayasan Khadijah Surabaya. Donasi secara simbolis diserahkan oleh pengurus Yayasan Khadijah Surabaya bersama para siswa kepada Ketua LAZISNU Jatim, H A Afif Amrullah di halaman Gedung SD, SMP dan SMA Khadijah, Jalan Ahmad Yani, Wonokromo, Surabaya, Kamis (11/12/2025) siang.
NU Care-LAZISNU PWNU Jawa Timur bersama perwakilan LAZISNU PCNU se-Jawa Timur menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi penyintas bencana di Kecamatan Peunaron dan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur , Rabu hingga Sabtu (07-10/01/2026). Selain itu, mereka juga membantu membersihkan lumpur yang merendam rumah-rumah warga.
Warga NU se-Jawa Timur melalui LAZISNU Jawa Timur membantu donasi senilai Rp3.879.409.566 untuk warga penyintas bencana di Aceh dan Sumatra. Donasi tahap pertama itu diserahkan Ketua LAZISNU Jatim, H A Afif Amrullah, kepada Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz, di sela-sela Kick Off Harlah 1 Abad NU (1926-2026) di Auditorium Universitas Islam Malang (Unisma), Rabu (07/01/2026).
Festival Kemanusiaan NU 2025 yang digelar Lazisnu Jawa Timur di Alun-Alun Kota Malang selama dua hari berhasil menarik ribuan pengunjung melalui rangkaian kegiatan sosial, edukatif, dan hiburan seperti bazar amal, layanan kesehatan gratis, pentas seni, talkshow kemanusiaan, serta penggalangan dana. Acara ini juga menjadi wadah promosi UMKM binaan dan edukasi publik tentang peran zakat, infak, dan sedekah dalam pemberdayaan masyarakat. Dana yang terkumpul dialokasikan untuk bantuan pendidikan, bedah rumah, dan penguatan UMKM, dengan komitmen penyaluran transparan. Melalui festival ini, Lazisnu Jatim mengajak masyarakat menjadikan kepedulian sosial sebagai kebiasaan dan berharap kegiatan serupa menjadi agenda tahunan.
Lazisnu Jawa Timur mencatat peningkatan partisipasi donatur infak dan sedekah sepanjang semester pertama 2025 yang berdampak pada bertambahnya penerima manfaat dari kalangan keluarga prasejahtera, anak yatim, hingga warga terdampak bencana. Dana yang terhimpun dimanfaatkan untuk program bantuan pangan, santunan rutin, respon bencana, dan dukungan pendidikan, sekaligus diperluas hingga wilayah terpencil. Selain bantuan langsung, Lazisnu juga mengintegrasikan program pemberdayaan melalui pelatihan dan pendampingan usaha agar masyarakat lebih mandiri. Dengan dukungan relawan lapangan, sistem pelaporan transparan, serta penguatan jejaring komunitas, Lazisnu Jatim menargetkan pengembangan program terintegrasi di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi sebagai fondasi pembangunan sosial berkelanjutan di Jawa Timur.
Lazisnu Jawa Timur meluncurkan Program Ekonomi Produktif di Surabaya untuk mendorong kemandirian ekonomi desa melalui penguatan UMKM dengan pendampingan usaha, pelatihan, permodalan bergulir, dan akses pasar. Program ini menekankan pemanfaatan zakat secara produktif agar pelaku usaha kecil dapat naik kelas, seperti dirasakan penerima manfaat yang kini mampu meningkatkan produksi dan pemasaran digital. Ke depan, Lazisnu Jatim menargetkan lebih dari 1.000 UMKM binaan di seluruh Jawa Timur guna menciptakan ekosistem usaha berkelanjutan, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga dhuafa melalui pemberdayaan ekonomi.





