NU Care-LAZISNU PWNU Jawa Timur bersama perwakilan LAZISNU PCNU se-Jawa Timur menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi penyintas bencana di Kecamatan Peunaron dan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur , Rabu hingga Sabtu (07-10/01/2026). Selain itu, mereka juga membantu membersihkan lumpur yang merendam rumah-rumah warga.
Warga NU se-Jawa Timur melalui LAZISNU Jawa Timur membantu donasi senilai Rp3.879.409.566 untuk warga penyintas bencana di Aceh dan Sumatra. Donasi tahap pertama itu diserahkan Ketua LAZISNU Jatim, H A Afif Amrullah, kepada Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz, di sela-sela Kick Off Harlah 1 Abad NU (1926-2026) di Auditorium Universitas Islam Malang (Unisma), Rabu (07/01/2026).
Ketua PWNU Jatim, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, menyebutkan bahwa audit keuangan yang dilakukan oleh LAZISNU Jatim merupakan ikhtiar pengelolaan keuangan yang profesional dan transparan. Dalam audit Kantor Akuntan Publik (KAP) Drs Nasikin MM CPA CA Ak dan auditor Akie Rusaktiva Rustam MSA CA dari Universitas Brawijaya (UB) Malang itu, LAZISNU Jatim memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
LAZISNU PWNU Jatim melaksanakan audit terkait pengelolaan keuangan tahun 2024 guna mewujudkan transparansi. Audit independen itu meraih opini WTP.
PWNU Jawa Timur menerbitkan Surat Keputusan (SK) nomor: 41/PW.01/A.II.01.25/16/11/2024, tentang Pengesahan LAZISNU PWNU Jatim masa khidmat 2024-2029. SK itu ditandatangani oleh KH Anwar Manshur (Rais), H Ahsanul Haq (Katib), KH Kikin A Hakim (Ketua), dan Ir H M Faqih (Sekretaris).
Lazisnu Jawa Timur memperkuat Program Layanan Kesehatan Gratis hingga menjangkau desa-desa terpencil di Banyuwangi untuk membantu masyarakat prasejahtera memperoleh layanan medis dasar. Didukung tim relawan medis, program ini mencakup pemeriksaan umum, pengobatan ringan, konsultasi gizi, edukasi kesehatan, serta layanan ambulans gratis bagi warga yang membutuhkan rujukan. Lazisnu juga bersinergi dengan puskesmas dan klinik setempat, membentuk Kader Kesehatan NU di desa, serta menargetkan perluasan desa binaan hingga dua kali lipat. Dengan pelaporan transparan, program ini diharapkan mengurangi kesenjangan akses layanan kesehatan di Jawa Timur.





