LAZISNU Tuban mendistribusikan zakat fitrah hasil penghimpunan di platform NU Online SuperApp. Program ini merupakan kolaborasi LAZISNU PBNU bersama NU Online. Sebanyak 100 orang menerima manfaat di Masjid Al Falah, Desa Mojoagung, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. Ketua LAZISNU Tuban, Joko Hadi Purnomo, mengatakan skema ini merupakan wujud kekuatan jejaring organisasi NU. Sehingga dana yang dihimpun secara terpusat di Jakarta dapat didistribusikan ke daerah.
Bendahara LAZISNU Jatim, Tamsil Ainnur Rizal, mendorong optimalisasi potensi penghimpunan dana umat di Kota Batu melalui pengembangan program kotak infaq dan pemanfaatan sistem donasi digital seperti QRIS. Menurutnya, Kota Batu memiliki potensi besar dalam penggalangan dana filantropi karena merupakan daerah tujuan wisata dengan tingkat kunjungan masyarakat yang tinggi. “Melalui langkah ini diharapkan potensi filantropi masyarakat di Kota Batu dapat tergali secara maksimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat,” ujarnya, Ahad (08/03/2026).
LAZISNU Jatim berikhtiar menggalakkan penggalangan dana sosial di kawasan wisata perkotaan dengan penyebaran kotak infaq di tempat wisata hingga rumah makan di Kota Batu. Sekretaris LAZISNU Jatim, Moch Rofi’i Boenawi, menyampaikan bahwa gagasan ini telah lama dicanangkan, namun baru terealisasi. Menurutnya, penyebaran kotak infaq di tempat wisata merupakan ikhtiar memperkuat LAZISNU di perkotaan.
Ketua LAZISNU Jatim, H A Afif Amrullah, mengatakan memasuki abad kedua NU bertekad mewujudkan transformasi filantropi NU. Untuk mewujudkan hal itu, tentu harus melalui sejumlah tantangan dan konsekuensi. Transformasi yang digagas LAZISNU Jatim meliputi tiga hal, yaitu sistem laporan keuangan, aplikasi, serta website yang di dalamnya juga memuat dokumentasi dan publikasi informasi kelembagaan.



