NU Care-LAZISNU se-Jawa Timur mengelola dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) hingga Rp208.027.849.090 atau Rp208 miliar selama Ramadhan 1447 H. Rinciannya, zakat maal sebesar Rp20.553.920.027 (Rp20 miliar), zakat fitrah Rp138.150.127.917 (Rp138,1 miliar), infaq/sedekah Rp10.450.274.495 (Rp10,4 miliar), dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) Rp478.564.589 (Rp478,5 juta), dan infaq/shadaqah barang Rp1.250.319.200 (Rp1,2 miliar). “Perolehan itu telah disalurkan kepada 3.290.182 atau 3,7 juta penerima manfaat di berbagai daerah,” ujar Ketua LAZISNU Jatim, H A Afif Amrullah, Selasa (21/04/2026).
LAZISNU Tuban mendistribusikan zakat fitrah hasil penghimpunan di platform NU Online SuperApp. Program ini merupakan kolaborasi LAZISNU PBNU bersama NU Online. Sebanyak 100 orang menerima manfaat di Masjid Al Falah, Desa Mojoagung, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. Ketua LAZISNU Tuban, Joko Hadi Purnomo, mengatakan skema ini merupakan wujud kekuatan jejaring organisasi NU. Sehingga dana yang dihimpun secara terpusat di Jakarta dapat didistribusikan ke daerah.
Melihat pontensi yang cukup besar, NU Care-LAZISNU Jawa Timur mencanangkan zakat dikelola secara produktif. Pendistribusian zakat tidak melulu pada konsumtif, tetapi dilakukan untuk pemberdayaan UMKM, bantuan modal usaha, pemberdayaan hewan ternak seperti kambing bergulir, bantuan sarana jualan gerobak dan sejenisnya. Dengan dana zakat ini, perekonomian masyarakat dapat meningkat. Mengubah mustahik (orang yang menerima) menjadi muzakki (orang yang memberi).
LAZISNU Jatim membuka Gerai Zakat pada JConnect Ramadan Vaganza 2026 di Balai Kota Surabaya. Gerai ini merupakan bentuk layanan bagi masyarakat yang ingin menunaikan zakat secara mudah di bulan Ramadhan. Pembayaran zakat cukup mudah dan cepat, transaksi dapat dilakukan dalam bentuk uang tanpa batasan nominal tertentu. Selain itu, gerai ini juga melayani pembayaran fidyah hingga pemasaran produk UMKM binaan.



