Sidoarjo – Dalam rangka meningkatkan mutu pengelolaan lembaga serta memperkuat sinergi antar pengurus, Lazisnu Jawa Timur menggelar rangkaian kegiatan kelembagaan yang dikemas dalam agenda Konsolidasi dan Penguatan Struktur Organisasi. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh perwakilan pengurus Lazisnu dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Agenda ini mencakup berbagai sesi penting, mulai dari rapat kerja wilayah, pelantikan pengurus baru, evaluasi program tahun berjalan, hingga workshop manajemen zakat dan organisasi. Seluruh rangkaian kegiatan diarahkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) Lazisnu agar lebih profesional, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Ketua Lazisnu Jawa Timur, KH. Naufal Hakim, dalam sambutannya menekankan bahwa penguatan kelembagaan merupakan fondasi utama keberhasilan seluruh program Lazisnu.
“Program yang baik harus ditopang dengan tata kelola yang kuat. Kegiatan ini adalah upaya kita bersama untuk menata organisasi agar lebih solid, modern, dan dipercaya masyarakat,” tegasnya.
Dalam sesi evaluasi, masing-masing wilayah memaparkan capaian dan tantangan yang dihadapi selama setahun terakhir. Diskusi berlangsung dinamis, dengan fokus pada perbaikan sistem administrasi, pelaporan keuangan, serta penguatan peran pengurus di tingkat cabang dan ranting.
Selain itu, workshop manajemen zakat menjadi sesi yang menarik perhatian peserta. Materi yang disampaikan meliputi strategi penghimpunan dana, komunikasi publik, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam administrasi lembaga. Para peserta juga diajak mempraktikkan simulasi penyusunan laporan kegiatan dan keuangan sebagai upaya menciptakan standar pelaporan yang seragam.
Salah satu peserta kegiatan, Zuhri Hasan dari Lazisnu Kabupaten Jombang, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman pengurus tentang tata kelola lembaga. “Kami jadi lebih mengerti pentingnya dokumentasi, administrasi yang rapi, serta pelaporan yang transparan,” ujarnya.
Tidak hanya soal teknis organisasi, kegiatan kelembagaan ini juga diisi dengan sesi penguatan nilai-nilai ke-NU-an dan spiritualitas pengurus. Peserta diajak merefleksikan kembali niat dalam berkhidmat, bahwa bekerja di lembaga zakat bukan sekadar profesi, tetapi juga panggilan dakwah dan pelayanan umat.
Sebagai penutup, seluruh peserta menyepakati sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya peningkatan kualitas layanan kepada donatur dan penerima manfaat, optimalisasi media digital sebagai sarana publikasi, serta pembentukan tim khusus pengawasan internal.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Lazisnu Jawa Timur optimistis dapat menjalankan seluruh program sosial, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi dengan lebih terarah dan berdampak luas.
Melalui penguatan kelembagaan yang berkelanjutan, Lazisnu Jatim menegaskan komitmennya untuk menjadi lembaga pengelola zakat yang profesional, amanah, dan modern, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan tradisi Nahdlatul Ulama.