Bondowoso – Kepedulian sosial tidak selalu lahir dalam bentuk besar, tetapi tumbuh dari kesungguhan menyapa mereka yang sering luput dari perhatian. Inilah semangat yang terus dijaga Lazisnu Jawa Timur dalam menjalankan program sosialnya, dengan menjangkau warga prasejahtera di wilayah pedesaan, pegunungan, hingga kawasan terpencil.
Program sosial Lazisnu Jatim dirancang sebagai gerakan berkelanjutan, tidak hanya merespons kondisi darurat, tetapi juga membangun daya tahan sosial masyarakat. Melalui berbagai kegiatan seperti penyaluran bantuan pangan, renovasi rumah layak huni, santunan yatim, hingga pendampingan keluarga dhuafa, Lazisnu hadir sebagai sahabat bagi masyarakat dalam menghadapi kesulitan hidup.
Koordinator Program Sosial Lazisnu Jawa Timur, Ahmad Fauzan, menjelaskan bahwa pendekatan program sosial dilakukan secara personal dan berbasis data lapangan.
“Kami tidak ingin sekadar menyalurkan bantuan lalu pergi. Pendampingan adalah kunci agar keluarga dampingan benar-benar bangkit dan mandiri secara bertahap,” ujarnya.
Dalam setiap kunjungan, relawan Lazisnu tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga mendengarkan cerita dan keluhan warga. Dengan demikian, data sosial tidak sekadar berada di atas kertas, melainkan menjadi dasar kebijakan yang benar-benar berpihak kepada kebutuhan riil masyarakat.
Salah satu penerima manfaat, Ibu Hartini, warga Kecamatan Grujugan, mengaku tersentuh dengan perhatian yang diberikan. “Bukan hanya karena bantuannya, tapi karena kami merasa tidak dilupakan,” katanya.
Selain fokus pada kebutuhan dasar, Lazisnu Jatim juga mengembangkan pendekatan berbasis keluarga. Anak-anak dari keluarga dampingan mendapatkan perhatian khusus melalui program beasiswa pendidikan, bimbingan belajar, dan pembinaan mental spiritual.
Program sosial ini juga terintegrasi dengan sektor kesehatan dan ekonomi. Keluarga yang memiliki potensi usaha diarahkan mengikuti pelatihan UMKM, sementara mereka yang membutuhkan layanan kesehatan mendapat rujukan ke program kesehatan Lazisnu.
Di sisi relawan, Lazisnu Jatim terus meningkatkan kapasitas melalui pelatihan lapangan, penguatan nilai kerelawanan, serta pembekalan manajemen pelayanan sosial.
Dengan semangat gotong royong dan nilai ke-NU-an, Lazisnu Jawa Timur optimistis mampu menjadi jembatan kebaikan antara donatur dan masyarakat yang membutuhkan.
Melalui langkah-langkah kecil yang konsisten, Lazisnu membuktikan bahwa kepedulian yang dirawat akan melahirkan perubahan yang nyata.