Seorang buruh pengupas ikan di pesisir Tuban bernama Ibu Sulastri yang semula hidup serba kekurangan dan harus berhutang demi mencukupi kebutuhan keluarga, mulai bangkit setelah mendapat bantuan zakat dan infak produktif dari Lazisnu Jawa Timur pada 2024. Selain sembako, ia memperoleh modal usaha olahan ikan serta pendampingan pengemasan, pencatatan, dan pemasaran hingga usahanya berkembang dan penghasilannya meningkat. Kini, ia mampu membiayai sekolah anak-anaknya, menabung, bahkan membuka peluang kerja bagi tetangga sekitar. Kisah ini menunjukkan bahwa zakat, infak, dan sedekah tidak hanya meringankan beban sesaat, tetapi juga menumbuhkan kemandirian dan harapan masa depan.
