Surabaya, LAZISNU Jatim
Komitmen dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) terus diupayakan oleh Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jatim. Salah satunya melalui audit laporan keuangan tahun 2025 oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) profesional.
Hasil audit diserahkan kepada Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim pada acara Konsolidasi Amil se-Jatim di Pondok Pesantren Darul Ulum, Jombang, Ahad (30/8/2026). Penyerahan hasil audit dilakukan oleh Bendahara LAZISNU Jatim H Tamsil Ainnur Rizal dan diterima oleh Wakil Sekretaris PWNU Jatim KH Fatchul Aziz.
Audit keuangan independen ini dilakukan oleh KAP Moh Wildan & Adi Darmawan dan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Capaian ini merupakan wujud profesionalisme amil dalam mengelola serta mempertanggungjawabkan amanah dana umat.
Bendahara LAZISNU Jatim, H Tamsil Ainnur Rizal, menyampaikan syukur atas hasil audit yang mendapat opini WTP. Menurutnya, WTP bukan sekadar predikat dalam laporan keuangan, akan tetapi sebagai ikhtiar menjaga amanah umat.
"Setiap rupiah yang dititipkan kepada kita (LAZISNU Jatim) harus dapat dicatat, dipertanggungjawabkan, dan dibuktikan manfaatnya," ujarnya, Selasa (01/9/2026).
Ia menyebutkan, audit KAP menjadi salah satu instrumen penting dalam memastikan pengelolaan amanah umat di lingkungan LAZISNU berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Audit tersebut memberikan keyakinan bahwa dana yang dihimpun dari masyarakat dikelola dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Audit KAP memberi keyakinan bahwa amanah tersebut dikelola dengan tata kelola yang semakin profesional, transparan, dan akuntabel,” katanya.
Namun, pencapaian opini WTP tidak seharusnya menjadi tujuan akhir. Lebih dari sekadar memperoleh penilaian baik dalam laporan keuangan, LAZISNU perlu memastikan bahwa pembenahan tata kelola berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan dan kemaslahatan masyarakat.
“Yang lebih penting lagi, target LAZISNU sebaiknya tidak berhenti pada ‘laporannya WTP’, tetapi bergerak menuju ‘WTP dalam laporan, tertib dalam tata kelola, tepat dalam penyaluran, dan nyata dalam kemaslahatan’,” ungkapnya.
Siapkan Audit LAZISNU PCNU
Sementara itu, Direktur Wilayah NU Care-LAZISNU Jawa Timur Moch Rofii Boenawi, mengatakan akan mendorong penguatan tata kelola keuangan LAZISNU di tingkat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pelaksanaan audit laporan keuangan pada 2027, terutama terkait intensifikasi gerakan Koin NU.
“Insyaallah tahun 2027 seluruh LAZISNU PCNU se-Jawa Timur akan kita audit laporan keuangannya, terutama yang berkaitan dengan intensifikasi gerakan Koin NU,” kata Rofii.
Menurutnya, gerakan Koin NU menjadi salah satu bagian penting dalam aktivitas penghimpunan dana di lingkungan NU. Karena itu, pengelolaan dana tersebut perlu didukung dengan pencatatan dan pelaporan keuangan yang tertib administratif.
“Jadi, nanti kita audit. Terutama Koin NU, bagaimana penghimpunannya, bagaimana pengelolaannya, dan bagaimana pelaporannya,” ujarnya.
Guna mendukung hal itu, pihaknya telah menyiapkan platform khusus untuk laporan keuangan bagi LAZISNU PCNU se-Jatim. Platform tersebut saat ini tengah digodok dan sudah pada tahap penyempurnaan.
“Sudah kita siapkan platform pelaporannya untuk memudahkan teman-teman LAZISNU PCNU se-Jatim. Bila sudah siap akan disosialisasikan,” pungkasnya.