Laporang Keuangan LAZISNU Jatim tahun 2025 meraih opini Wajah Tanpa Pengecualian (WTP) berdasarkan audit keuangan independen yang dilakukan oleh KAP Moh Wildan & Adi Darmawan. Bendahara LAZISNU Jatim, H Tamsil Ainnur Rizal, menyampaikan syukur atas hasil audit yang mendapat opini WTP. Menurutnya, WTP bukan sekadar predikat dalam laporan keuangan, akan tetapi sebagai ikhtiar menjaga amanah umat. "Setiap rupiah yang dititipkan kepada kita harus dapat dicatat, dipertanggungjawabkan, dan dibuktikan manfaatnya," ujarnya, Selasa (01/9/2026).
NU Care-LAZISNU Jawa Timur gencar melaksanakan program intensifikasi Koin NU. Salah satu LAZISNU di Gresik ditetapkan sebagai pilot project, yaitu LAZISNU PRNU Indro, Sukorejo, dan Gending, di bawah koordinasi LAZISNU MWCNU Kebomas, Gresik. Dari tiga ranting tersebut, LAZISNU PRNU Indro dinilai paling menonjol dalam aspek penghimpunan Koin NU, pentasharufan, serta pelaporan keuangan yang sesuai dengan standar NU Care-LAZISNU Jatim. Sehingga memperoleh bantuan Program Pemberdayaan Ekonomi Masjid berupa rombong dan modal usaha senilai Rp1,5 juta dari NU Care-LAZISNU Jatim. Bantuan tersebut diperuntukkan kepada Masjid Jami’ Al-Kautsar Indro.
Ketua LAZISNU Jatim, H A Afif Amrullah, mengatakan memasuki abad kedua NU bertekad mewujudkan transformasi filantropi NU. Untuk mewujudkan hal itu, tentu harus melalui sejumlah tantangan dan konsekuensi. Transformasi yang digagas LAZISNU Jatim meliputi tiga hal, yaitu sistem laporan keuangan, aplikasi, serta website yang di dalamnya juga memuat dokumentasi dan publikasi informasi kelembagaan.
NU Care-LAZISNU Jawa Timur bakal menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) bersama seluruh LAZISNU PCNU se-Jatim di Graha NU Kabupaten Blitar, Sabtu (07/02/2026). Kegiatan ini akan membahas sejumlah topik sesuai perkembangan terkini melalui beberapa persidangan. Seluruh pembahasan akan mengacu pada tema, yaitu ‘Transformasi Filantropi NU, Membangun Kemandirian Umat Berkelanjutan’.
Lazisnu Jawa Timur mencatat peningkatan partisipasi donatur infak dan sedekah sepanjang semester pertama 2025 yang berdampak pada bertambahnya penerima manfaat dari kalangan keluarga prasejahtera, anak yatim, hingga warga terdampak bencana. Dana yang terhimpun dimanfaatkan untuk program bantuan pangan, santunan rutin, respon bencana, dan dukungan pendidikan, sekaligus diperluas hingga wilayah terpencil. Selain bantuan langsung, Lazisnu juga mengintegrasikan program pemberdayaan melalui pelatihan dan pendampingan usaha agar masyarakat lebih mandiri. Dengan dukungan relawan lapangan, sistem pelaporan transparan, serta penguatan jejaring komunitas, Lazisnu Jatim menargetkan pengembangan program terintegrasi di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi sebagai fondasi pembangunan sosial berkelanjutan di Jawa Timur.
Lazisnu Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) di Surabaya sebagai upaya konsolidasi program sosial tahun 2025 yang diikuti pengurus dari seluruh kabupaten dan kota. Kegiatan ini membahas evaluasi program, strategi penyaluran zakat agar tepat sasaran, penguatan basis data mustahik, peningkatan kapasitas relawan, serta transparansi keuangan, disertai pelatihan administrasi dan pengenalan sistem pelaporan digital real-time. Melalui Rakorwil ini, Lazisnu Jatim menegaskan komitmennya mengelola zakat secara profesional, amanah, adaptif, dan berdampak luas bagi masyarakat.





