Gresik, LAZISNU Jatim
Beberapa pekan terakhir NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jawa Timur gencar melaksanakan program intensifikasi Koin NU. Salah satu LAZISNU di Gresik ditetapkan sebagai pilot project, yaitu LAZISNU PRNU Indro, Sukorejo, dan Gending, di bawah koordinasi LAZISNU MWCNU Kebomas, Gresik.
Penetapan pilot project diwujudkan dengan penandatangan MoU ketiga ranting bersama MWCNU Kebomas di Kantor LAZISNU Jatim, Selasa (7/6/2026) lalu. Dari tiga ranting tersebut, LAZISNU PRNU Indro dinilai paling menonjol dalam aspek penghimpunan Koin NU, pentasharufan, serta pelaporan keuangan yang sesuai dengan standar NU Care-LAZISNU Jatim.
Atas capaian itu, LAZISNU PRNU Indro memperoleh bantuan Program Pemberdayaan Ekonomi Masjid berupa rombong dan modal usaha senilai Rp1,5 juta dari NU Care-LAZISNU Jatim. Bantuan tersebut diperuntukkan kepada Masjid Jami’ Al-Kautsar Indro.
Berdasarkan kesepakatan bersama, rombong usaha akan dikelola oleh Remaja Masjid Jami’ Al-Kautsar Indro dengan sistem bagi hasil. Seluruh hasil pengelolaan nantinya dikembalikan untuk mendukung kegiatan keagamaan sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi masjid.
Bantuan rombong usaha diterima oleh Ketua LAZISNU PRNU Indro, Satiman, didampingi Rais PRNU Indro Ustadz Aris Muslikun, Ketua PRNU Indro H Ahmad Zaini Alawi, jajaran LAZISNU, serta perwakilan Takmir Masjid Jami’ Al-Kautsar Indro.
Satiman mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan NU Care-LAZISNU Jatim kepada PRNU Indro. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi penyemangat untuk terus menghadirkan program-program pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, kami bersyukur atas perhatian dan pendampingan dari LAZISNU Jatim. Amanah ini menjadi tantangan bagi kami untuk membuktikan bahwa program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi jamaah serta masjid,” ujarnya.
Sementara itu, Rais PRNU Indro, Ustadz Aris Muslikun, mengajak seluruh pengurus dan jamaah untuk menjaga amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab agar program terus berkembang dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.
“Jangan sia-siakan kepercayaan ini. Mari saling mendukung agar program ini berhasil sehingga cita-cita mewujudkan masjid yang berdaya secara ekonomi dan jamaah yang semakin sejahtera dapat terwujud,” tuturnya.
Diketahui, Program Pemberdayaan Ekonomi Masjid merupakan salah satu program unggulan NU Care-LAZISNU Jatim sebagai ikhtiar memperkuat kemandirian ekonomi jamaah sekaligus memakmurkan masjid. Program itu memanfaatkan dana zakat produktif melalui pendistribusian rombong dan modal usaha kepada masjid serta jamaah yang memiliki potensi usaha produktif.
Ketua PRNU Indro, H Ahmad Zaini Alawi, menilai program tersebut memiliki nilai strategis karena tidak hanya mendorong kemandirian ekonomi, tetapi juga memperkuat fungsi sosial masjid di tengah masyarakat.
“Program ini sangat mulia karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan jamaah dan kemakmuran masjid. Ini merupakan bentuk ibadah sosial yang manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat,” pungkasnya.