Sidoarjo, LAZISNU Jatim
Rasa haru menyelimuti wajah Gustin Ningsih saat mendampingi putranya, Ekselo Leonael Lumban Raja, mengikuti Khitan Massal Gratis yang diselenggarakan NU Care-LAZISNU MWCNU Sidoarjo, Ahad (5/7/2026) lalu.
Bagi Gustin, momen ini menjadi pengalaman berharga tentang kepedulian yang melampaui sekat perbedaan. Pasalnya, Ekselo merupakan ABK yang berasal dari keluarga non-Muslim.
Meski demikian, ia juga mendapat kesempatan mengikuti khitan massal bersama puluhan peserta lainnya. Kehadirannya menjadi gambaran nyata bahwa layanan kemanusiaan yang dihadirkan NU Care-LAZISNU terbuka bagi siapa saja yang membutuhkan.
Gustin mengaku sempat diliputi keraguan. Ia tidak yakin putranya dapat mengikuti kegiatan tersebut. Namun setelah berkomunikasi dengan panitia, kekhawatiran itu sirna karena Ekselo diterima dengan baik dan memperoleh pelayanan yang sama seperti peserta lainnya.
"Saya mengucapkan terima kasih buat NU. Mudah-mudahan NU semakin sukses dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat," ungkap Gustin penuh syukur.
Kisah Ekselo menjadi salah satu cerita yang menghangatkan pelaksanaan Khitan Massal Gratis yang digelar dalam rangka mengisi bulan Muharram 1448 H. Program tersebut merupakan ikhtiar NU Care-LAZISNU MWCNU Sidoarjo dalam menghadirkan layanan kesehatan sekaligus membantu meringankan beban ekonomi keluarga yatim dan dhuafa.
Ketua NU Care-LAZISNU MWCNU Sidoarjo, Abdullah Yazid atau Gus Yazid, mengatakan bahwa program ini lahir dari kepedulian terhadap keluarga yang terkendala biaya khitan yang tidak sedikit. Bahkan, terkadang menjadi beban bagi keluarga dhuafa.
"Melalui program ini kami berharap dapat meringankan beban mereka sehingga anak-anak dapat menjalankan salah satu syariat Islam dengan baik," ujarnya.
Tidak hanya memperoleh layanan khitan secara gratis, seluruh peserta juga menerima paket perlengkapan shalat, perlengkapan sekolah, uang saku, serta paket sembako untuk keluarga.
"Bantuan itu dari amanah para muzakki dan donatur yang disalurkan melalui NU Care-LAZISNU agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat yang membutuhkan," kata Gus Yazid.
Sebelum pelaksanaan khitan, seluruh peserta mengikuti pawai syiar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus mengajak masyarakat mengenal berbagai program kemaslahatan NU Care-LAZISNU. Pawai tersebut dilepas oleh Anggota DPRD Sidoarjo, H Usman.
Usman mengapresiasi konsistensi NU Care-LAZISNU MWCNU Sidoarjo dalam menghadirkan program sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini tak hanya memberikan manfaat kesehatan, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial.
"Kami mendukung penuh kegiatan-kegiatan kemaslahatan yang dijalankan NU, khususnya LAZISNU. Program seperti ini harus terus dibudayakan karena manfaatnya sangat dirasakan masyarakat," pungkasnya.