NU Care-LAZISNU Jawa Timur menggelar Pelatihan Manajemen Bencana yang terlaksana atas kerja sama NU Care-LAZISNU PBNU dan Shenzhen Rescue Volunteers Federation (SRVF) China. Di Jawa Timur, kolaborasi program Community Emergency Response Partnership (CERP) ini dilaksanakan di tiga titik, yakni di Kabupaten Lamongan pada Selasa (22/9/2026), di Kota Surabaya pada Rabu (23/9/2026), dan di Lumajang pada Kamis (24/9/2026). Direktur Wilayah NU Care-LAZISNU Jatim, Moch Rofii Boenawi, menyampaikan bahwa kehadiran Nahdlatul Ulama dalam hal kebencanaan dilakukan secara kontinu, mulai dari sebelum hingga pasca bencana.
Sejumlah desa di wilayah Kecamatan Bungkal, Ponorogo mengalami kekeringan sejak beberapa hari terakhir. Di antara daerah terdampak kekeringan ialah Dukuh Bungur, Desa Munggu, dengan sekitar 60 KK atau 165 jiwa, serta Dukuh Klatakan, Desa Belang, yang tercatat sekitar 21 KK atau 60 jiwa terdampak kekeringan. Untuk itu, NU Peduli Ponorogo melalui NU Care-LAZISNU dan LPBINU bergerak menyalurkan bantuan di dua daerah tersebut. Sedikitnya, dua truk tangki berisi air bersih dengan total 5.000 liter disalurkan kepada warga.
PCNU Kota Surabaya melalui NU Care-LAZISNU menggandeng BPJS Ketenagakerjaan dalam program perlindungan bagi penerima bantuan usaha. Kerja sama ditandai dengan penyerahan bantuan rombong usaha sekaligus kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada warga penerima manfaat di Kantor PCNU Kota Surabaya, Jumat (11/9/2026). Sekretaris Bidang Fundraising LAZISNU PCNU Kota Surabaya, Siti Awanah, mengatakan pemberian bantuan tersebut merupakan bagian dari program NU Berdaya. Program ini dirancang untuk mengubah pola pemberian bantuan agar tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan sesaat.
Laporan Keuangan LAZISNU Jatim tahun 2025 meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) berdasarkan audit keuangan independen yang dilakukan oleh KAP Moh Wildan & Adi Darmawan. Bendahara LAZISNU Jatim, H Tamsil Ainnur Rizal, menyampaikan syukur atas hasil audit yang mendapat opini WTP. Menurutnya, WTP bukan sekadar predikat dalam laporan keuangan, akan tetapi sebagai ikhtiar menjaga amanah umat. "Setiap rupiah yang dititipkan kepada kita harus dapat dicatat, dipertanggungjawabkan, dan dibuktikan manfaatnya," ujarnya, Selasa (01/9/2026).
NU Care-LAZISNU Jawa Timur menyalurkan Bantuan Modal Usaha Produktif Bergulir senilai Rp150 juta kepada LAZISNU Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Jawa Timur yang mengikuti program intensifikasi Gerakan Koin NU. Bantuan secara simbolis diserahkan saat Konsolidasi Amil se-Jatim di Aula Pondok Pesantren Darul Ulum, Paterongan, Jombang, Ahad (30/8/2026). Program tersebut menjadi bentuk intervensi program LAZISNU Jatim kepada LAZISNU MWCNU yang telah memiliki komitmen atau nota kesepahaman (MoU) dengan LAZISNU Jatim dalam menjalankan intensifikasi gerakan Koin NU.
Direktur Eksekutif LAZISNU PBNU Riri Khariroh melihat semangat keluarga besar LAZISNU di berbagai daerah untuk terus memajukan organisasi sebagai lembaga filantropi. Menurutnya, pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) memiliki potensi besar untuk membantu mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Riri mengatakan, esensi gerakan LAZISNU tidak hanya terletak pada penghimpunan dan penyaluran dana ZIS, tetapi juga pada upaya membangun kepedulian serta solidaritas sosial di tengah masyarakat. "Saya melihat semangat LAZISNU di dunia untuk memajukan organisasi sebagai lembaga filantropi," katanya pada acara Konsolidasi Amil se-Jatim di aula lantai 3 Pondok Pesantren Darul Ulum, Paterongan, Jombang, Sabtu (29/8/2026).





