NU Care-LAZISNU PBNU menyalurkan sejumlah bantuan di Komunitas Tanoker, Ledokombo, Jember, Jumat (07/08/2026). Di antara bantuan itu, meliputi, santunan anak yatim, dhuafa, anak dengan disabilitas, serta insentif guru dan pendamping komunitas. Kegiatan itu dihadiri oleh Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU PBNU Riri Khariroh, Anggota LAZISNU PBNU H Misbahus Salam, Manajer Distribusi NU Care-LAZISNU PWNU Jatim M Risal Syarifuddin, dan lainnya. H Misbahus Salam menyampaikan, penyaluran santunan merupakan bagian dari program filantropi yang dijalankan LAZISNU PBNU melalui optimalisasi dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
NU Care-LAZISNU Jawa Timur kembali membuka kesempatan bagi generasi muda yang ingin menghafalkan Al-Qur'an melalui Program Beasiswa Santri Tahfidz 2026. Program ini diselenggarakan bekerja sama dengan Pondok Pesantren Manbaul Ulum Malang. Program ini resmi dibuka mulai 3 Agustus 2026 dan kuota terbatas untuk sembilan orang. Direktur Wilayah NU Care-LAZISNU Jatim, Moch Rofi'i Boenawi, mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen LAZISNU dalam memperluas akses pendidikan keagamaan bagi masyarakat, sekaligus menyiapkan kader-kader penghafal Al-Qur'an yang mampu memberikan manfaat bagi umat.
NU Care-LAZISNU Jatim menyalurkan bantuan beasiswa pendidikan kepada Zulfa Syauqiyyatuz Zahra, warga Dinoyo Lor, Kelurahan Keputran, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya. Zulfa hidup serba keterbatasan. Ayahnya merupakan seorang penyandang disabilitas sejak lahir, yang dalam kesehariannya harus dibantu alat kruk untuk berjalan. Meski demikian, tekadnya melanjutkan pendidikan anaknya ke perguruan tinggi cukup besar. "NU Care-LAZISNU Jawa Timur selama ini memang berkomitmen mendukung anak-anak yang memiliki semangat belajar, tetapi terkendala biaya," ujar Manajer Distribusi NU Care-LAZISNU Jawa Timur, M Risal Syarifuddin.
LAZISNU Jatim melaksanakan silaturahim bersama NU Care-LAZISNU se-Tapal Kuda di Banyuwangi, Ahad (26/07/2026). Acara ini membahas sejumlah hal, di antaranya optimalisasi pengelolaan zakat produktif hingga layanan digital. Hadir dalam acara perwakilan NU Care-LAZISNU di wilayah Tapal Kuda, meliputi Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Jember, Kencong, Lumajang, Kota Probolinggo, Kabupaten Probolinggo, dan Kraksaan. Sekretaris LAZISNU Jatim, Moch Rofi'i Boenawi, menilai konsolidasi rutin menjadi instrumen penting untuk menyamakan arah pengembangan organisasi.
NU Care-LAZISNU Jatim terus memperkuat pelaksanaan program Intensifikasi Gerakan Koin NU. Di antaranya melalui sosialisasi program dan penandatangan MoU gerakan di Pondok Pesantren Miftahul Arifin, Wonomerto, Probolinggo, Sabtu (25/7/2026). Dalam acara ini, LAZISNU Probolinggo menetapkan tiga PRNU sebagai pilot project program, yaitu PRNU Kropak, PRNU Pohsangit Kidul, dan PRNU Jorongan. Ketua LAZISNU Probolinggo, Dewi Puspa, menjelaskan bahwa ketiga ranting tersebut akan menerima pendampingan manajemen dan tata kelola keuangan secara intensif yang difasilitasi oleh LAZISNU Jatim.
LAZISNU Kabupaten Probolinggo menggelar Bimtek UPZIS serta Sosialisasi Intensifikasi Gerakan Koin NU di Pondok Pesantren Miftahul Arifin, Desa Tunggak Cerme, Kecamatan Wonomerto, Sabtu (25/7/2026). Ketua PCNU Probolinggo, Kiai Teguh Mahameru Zainul Hasan, menekankan pentingnya penguatan tata kelola filantropi di tubuh NU. “Mari kita dukung gerakan Koin NU ini. Penggalangan Koin NU ke depannya harus satu pintu dan dilakukan secara bertahap,” ucapnya.





