Warga NU se-Jawa Timur melalui LAZISNU Jawa Timur membantu donasi senilai Rp3.879.409.566 untuk warga penyintas bencana di Aceh dan Sumatra. Donasi tahap pertama itu diserahkan Ketua LAZISNU Jatim, H A Afif Amrullah, kepada Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz, di sela-sela Kick Off Harlah 1 Abad NU (1926-2026) di Auditorium Universitas Islam Malang (Unisma), Rabu (07/01/2026).
Ketua PWNU Jatim, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, menyebutkan bahwa audit keuangan yang dilakukan oleh LAZISNU Jatim merupakan ikhtiar pengelolaan keuangan yang profesional dan transparan. Dalam audit Kantor Akuntan Publik (KAP) Drs Nasikin MM CPA CA Ak dan auditor Akie Rusaktiva Rustam MSA CA dari Universitas Brawijaya (UB) Malang itu, LAZISNU Jatim memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
LAZISNU PWNU Jatim melaksanakan audit terkait pengelolaan keuangan tahun 2024 guna mewujudkan transparansi. Audit independen itu meraih opini WTP.
PWNU Jawa Timur menerbitkan Surat Keputusan (SK) nomor: 41/PW.01/A.II.01.25/16/11/2024, tentang Pengesahan LAZISNU PWNU Jatim masa khidmat 2024-2029. SK itu ditandatangani oleh KH Anwar Manshur (Rais), H Ahsanul Haq (Katib), KH Kikin A Hakim (Ketua), dan Ir H M Faqih (Sekretaris).
Lazisnu Jawa Timur memperkuat Program Layanan Kesehatan Gratis hingga menjangkau desa-desa terpencil di Banyuwangi untuk membantu masyarakat prasejahtera memperoleh layanan medis dasar. Didukung tim relawan medis, program ini mencakup pemeriksaan umum, pengobatan ringan, konsultasi gizi, edukasi kesehatan, serta layanan ambulans gratis bagi warga yang membutuhkan rujukan. Lazisnu juga bersinergi dengan puskesmas dan klinik setempat, membentuk Kader Kesehatan NU di desa, serta menargetkan perluasan desa binaan hingga dua kali lipat. Dengan pelaporan transparan, program ini diharapkan mengurangi kesenjangan akses layanan kesehatan di Jawa Timur.
Festival Kemanusiaan NU 2025 yang digelar Lazisnu Jawa Timur di Alun-Alun Kota Malang selama dua hari berhasil menarik ribuan pengunjung melalui rangkaian kegiatan sosial, edukatif, dan hiburan seperti bazar amal, layanan kesehatan gratis, pentas seni, talkshow kemanusiaan, serta penggalangan dana. Acara ini juga menjadi wadah promosi UMKM binaan dan edukasi publik tentang peran zakat, infak, dan sedekah dalam pemberdayaan masyarakat. Dana yang terkumpul dialokasikan untuk bantuan pendidikan, bedah rumah, dan penguatan UMKM, dengan komitmen penyaluran transparan. Melalui festival ini, Lazisnu Jatim mengajak masyarakat menjadikan kepedulian sosial sebagai kebiasaan dan berharap kegiatan serupa menjadi agenda tahunan.





