Kediri – Upaya Lazisnu Jawa Timur dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat terus berlanjut melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program ini menjadi salah satu fokus utama lembaga dalam transformasi zakat produktif, dengan tujuan menjadikan mustahik sebagai pelaku usaha mandiri yang berdaya saing.
Lazisnu Jatim mengembangkan pendekatan pemberdayaan berbasis desa dengan memetakan potensi ekonomi lokal, mulai dari sektor kuliner, kerajinan, pertanian olahan, hingga jasa. Setiap daerah binaan mendapatkan pendampingan dari relawan profesional yang tidak hanya membantu permodalan, tetapi juga manajemen usaha dan pemasaran.
Manajer Program Ekonomi Lazisnu Jawa Timur, H. Rahmat Hidayat, menjelaskan bahwa bantuan modal usaha disalurkan secara selektif dan bertahap, disertai pendampingan intensif.
“Kami tidak sekadar memberi modal, tetapi juga memastikan usaha yang dibantu memiliki rencana pengembangan yang jelas dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selain pendampingan usaha, Lazisnu Jatim juga menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan yang melibatkan pelaku UMKM sukses sebagai mentor. Materi pelatihan mencakup pembukuan sederhana, pengemasan produk, strategi pemasaran digital, serta penguatan merek lokal.
Salah satu peserta program, Luthfi Ramadhan, pelaku usaha minuman herbal di Kabupaten Kediri, merasakan dampak nyata dari program tersebut. “Dulu saya jualan seadanya, sekarang sudah punya kemasan dan izin usaha. Penjualan juga mulai meningkat,” katanya.
Untuk membuka akses pasar yang lebih luas, Lazisnu Jawa Timur memfasilitasi UMKM binaan agar dapat mengikuti pameran produk lokal dan memasarkan produknya melalui platform digital. Hal ini bertujuan meningkatkan daya saing produk UMKM di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Pada tahun ini, Lazisnu Jawa Timur menargetkan pembinaan terhadap ratusan UMKM aktif di berbagai wilayah. Setiap bulan dilakukan evaluasi perkembangan usaha, baik dari sisi produksi, penjualan, maupun manajemen keuangan.
Program ekonomi ini juga sejalan dengan visi Lazisnu Jawa Timur dalam membangun ekosistem ekonomi umat yang berbasis nilai-nilai keislaman, keadilan sosial, dan kemandirian.
Dengan sinergi antara donatur, relawan, dan pelaku usaha binaan, Lazisnu Jawa Timur optimistis sektor UMKM akan menjadi motor penggerak kesejahteraan ekonomi masyarakat di masa depan.