LAZISNU Jawa Timur merilis rincian data penerimaan Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) selama bulan Ramadhan 1447 H. Penerimaan itu dihimpun oleh LAZISNU yang tersebar di kabupaten/kota se-Jawa Timur. Data tersebut bersumber dari laporan ZIS Ramadhan 1447 H yang dilakukan NU Care-LAZISNU PCNU se-Jatim per tanggal 14 April 2026. Sebanyak 36 LAZISNU PCNU se-Jatim telah mengirimkan laporan, sementara 9 sisanya menyusul.
NU Care-LAZISNU se-Jawa Timur mengelola dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) hingga Rp208.027.849.090 atau Rp208 miliar selama Ramadhan 1447 H. Rinciannya, zakat maal sebesar Rp20.553.920.027 (Rp20 miliar), zakat fitrah Rp138.150.127.917 (Rp138,1 miliar), infaq/sedekah Rp10.450.274.495 (Rp10,4 miliar), dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) Rp478.564.589 (Rp478,5 juta), dan infaq/shadaqah barang Rp1.250.319.200 (Rp1,2 miliar). “Perolehan itu telah disalurkan kepada 3.290.182 atau 3,7 juta penerima manfaat di berbagai daerah,” ujar Ketua LAZISNU Jatim, H A Afif Amrullah, Selasa (21/04/2026).
Momentum Hari Kartini dimanfaatkan NU Care-LAZISNU Jawa Timur untuk menghadirkan kepedulian di bidang pendidikan. Melalui program beasiswa, LAZISNU Jatim membebaskan tunggakan biaya pendidikan seorang siswi di SMK YPM Taman Sidoarjo. “Yuliana tinggal bersama ibunya dan menghadapi keterbatasan ekonomi yang berdampak pada keberlangsungan pendidikannya,” ujar Manajer Distribusi NU Care-LAZISNU Jatim, M Rizal Syarifuddin, di sela penyaluran beasiswa dhuafa, Selasa (21/04/2026).
NU Care-LAZISNU Jatim mentasharufkan fidyah Ramadhan kepada tukang becak dan petugas TPA di Kota Surabaya, Rabu-Kamis (18-19/03/2026). Fidyah kepada tukang becak berbentuk makanan jadi yang dibagikan dini hari sebagai menu sahur. Sementara fidyah kepada petugas TPA berupa makanan mentah agar bisa diolah sesuai kebutuhan. Keduanya dipilih sebagai penerima fidyah karena merepresentasikan kelompok pekerja sektor informal yang tetap bekerja di waktu-waktu krusial. “Penyaluran fidyah ini berasal dari dua sumber, yakni dari LAZISNU PBNU dan yang diterima LAZISNU Jatim sendiri,” ujar Manajer Distribusi NU Care-LAZISNU Jatim, M Rizal Syarifuddin, Kamis (19/03/2026).
NU Care-LAZISNU Jatim mendistribusikan bingkisan kepada puluhan guru ngaji di lereng Gunung Kelud, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Sabtu (14/03/2026). Direktur Wilayah NU Care-LAZISNU Jatim, Moch Rofi’i Boenawi, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada para guru ngaji yang selama ini berperan dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak. “Kami mendistribusikan paket sembako, sarung dan baju koko dari Behaestex, dan Al-Qur’an, dan bingkisan guru ngaji dari Majelis Takwa Telkomsel (MTT),” ujarnya.
Langkah strategis dilakukan NU Care-LAZISNU Bojonegoro, yakni dengan meluncurkan website dan santunan anak yatim di halaman Kantor PCNU Bojonegoro, Kamis (12/3/2026) sore. Ketua LAZISNU Bojonegoro, Eko Arief Cahyono, mengatakan launching website adalah upaya gerakan zakat melalui digitalitalisasi, agar mudah dijangkau oleh masyarakat luas. "Melalui website LAZISNU Bojonegoro, untuk lebih memudahkan masyarakat, baik para donator atau aghniya, maupun masyarakat umum melihat aktivitas riil," katanya.





