NU Care-LAZISNU PBNU menyalurkan sejumlah bantuan di Komunitas Tanoker, Ledokombo, Jember, Jumat (07/08/2026). Di antara bantuan itu, meliputi, santunan anak yatim, dhuafa, anak dengan disabilitas, serta insentif guru dan pendamping komunitas. Kegiatan itu dihadiri oleh Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU PBNU Riri Khariroh, Anggota LAZISNU PBNU H Misbahus Salam, Manajer Distribusi NU Care-LAZISNU PWNU Jatim M Risal Syarifuddin, dan lainnya. H Misbahus Salam menyampaikan, penyaluran santunan merupakan bagian dari program filantropi yang dijalankan LAZISNU PBNU melalui optimalisasi dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
LAZISNU Jatim melaksanakan silaturahim bersama NU Care-LAZISNU se-Tapal Kuda di Banyuwangi, Ahad (26/07/2026). Acara ini membahas sejumlah hal, di antaranya optimalisasi pengelolaan zakat produktif hingga layanan digital. Hadir dalam acara perwakilan NU Care-LAZISNU di wilayah Tapal Kuda, meliputi Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Jember, Kencong, Lumajang, Kota Probolinggo, Kabupaten Probolinggo, dan Kraksaan. Sekretaris LAZISNU Jatim, Moch Rofi'i Boenawi, menilai konsolidasi rutin menjadi instrumen penting untuk menyamakan arah pengembangan organisasi.
NU Care-LAZISNU Sumenep melaksanakan program bedah rumah warga kurang mampu, Selasa (21/7/2026), yang menggandeng Kemenag dan Baznas. Program ini menyasar kediaman Sumerto, warga Dusun Lebak, Desa Beluk Raja, Kecamatan Ambunten, Sumenep. Pengurus LAZISNU Sumenep, Ahmad Bakir, mengatakan bahwa program ini memanfaatkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Menurutnya, bedah rumah ini tak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi wujud kepedulian sosial serta semangat gotong royong dalam membantu sesama.
NU Care-LAZISNU se-Jawa Timur mengelola dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) hingga Rp208.027.849.090 atau Rp208 miliar selama Ramadhan 1447 H. Rinciannya, zakat maal sebesar Rp20.553.920.027 (Rp20 miliar), zakat fitrah Rp138.150.127.917 (Rp138,1 miliar), infaq/sedekah Rp10.450.274.495 (Rp10,4 miliar), dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) Rp478.564.589 (Rp478,5 juta), dan infaq/shadaqah barang Rp1.250.319.200 (Rp1,2 miliar). “Perolehan itu telah disalurkan kepada 3.290.182 atau 3,7 juta penerima manfaat di berbagai daerah,” ujar Ketua LAZISNU Jatim, H A Afif Amrullah, Selasa (21/04/2026).
NU Care-LAZISNU Jatim merilis perolehan dana Zakat, Infaq dan Shadaqah (ZIS) selama tahun 2025. Dana yang dihimpun oleh LAZISNU Jatim dan LAZISNU di kabupaten/kota se Jawa Timur itu mencapai Rp1.585.944.257.646 atau Rp1,5 triliun lebih. Rinciannya, penerimaan dana zakat sepanjang 2025 mencapai Rp56.004.556.672, sementara penerimaan dana infaq dan shadaqah sebesar Rp42.516.239.307. Adapun penerimaan dana keagamaan dan sosial Rp38.640.280.147, serta dana amil yaitu Rp8.526.851.434. Dari jumlah penerimaan tersebut, sepanjang 2025 NU Care-LAZISNU se Jatim telah menyalurkan dana dan bantuan kepada mustahik sebesar Rp1.430.161.484.265 atau Rp1,4 triliun lebih.
Ketua PWNU Jatim, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, menyebutkan bahwa audit keuangan yang dilakukan oleh LAZISNU Jatim merupakan ikhtiar pengelolaan keuangan yang profesional dan transparan. Dalam audit Kantor Akuntan Publik (KAP) Drs Nasikin MM CPA CA Ak dan auditor Akie Rusaktiva Rustam MSA CA dari Universitas Brawijaya (UB) Malang itu, LAZISNU Jatim memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
- Sebelumnya
- 1
- 2
- Selanjutnya





