NU Care-LAZISNU se-Jawa Timur akan menggelar Konsolidasi Amil se-Jawa Timur di Aula Pondok Pesantren Darul Ulum, Jombang, pada Ahad (30/08/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Memperkuat Tatakelola ZIS Profesional, Akuntabel, dan Berkelanjutan.” Konsolidasi Amil NU Care-LAZISNU se-Jawa Timur tersebut diharapkan menjadi ruang konsolidasi bagi para amil NU Care-LAZISNU MWCNU di Jawa Timur untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kapasitas pengelolaan ZIS, serta membangun kesamaan langkah dalam menjalankan amanah umat. Wakil Ketua LAZISNU Jatim, Muhammad Su’eb, menekankan pentingnya penguatan mengenai pentingnya pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang dilakukan secara tertib, profesional, serta berorientasi pada kemaslahatan penerima manfaat.
NU Care-LAZISNU Jatim terus melakukan konsolidasi demi mewujudkan Intensifikasi Gerakan Koin NU di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Di antaranya di Kantor PCNU Bondowoso, Ahad (23/8/2026). Direktur NU Care-LAZISNU Jatim, Moch Rofii Boenawi, mengatakan bahwa gerakan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) pada Maret 2026. Menurutnya, pengawasan pelaksanaan intensifikasi Gerakan Koin NU dilakukan langsung oleh LAZISNU Jatim.
NU Care-LAZISNU Jawa Timur mengajak masyarakat luas memperkuat solidaritas kemanusiaan dan membangun kepedulian dengan membantu warga terdampak gempa bumi di Flores, NTT. Dampak gempa menimbulkan korban jiwa serta kerusakan sejumlah fasilitas umum di berbagai wilayah. Wakil Ketua LAZISNU Jatim, Muhammad Su'eb, mengatakan bencana gempa Flores menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian masyarakat. “Mari kita bersama-sama membantu sesuai kemampuan masing-masing. Bantuan sekecil apa pun sangat berarti bagi masyarakat yang sedang membutuhkan,” ujarnya.
LAZISNU Kabupaten Pasuruan berkomitmen untuk menggalakkan Gerakan Intensifikasi Koin NU yang diinisiasi oleh NU Care-LAZISNU Jatim. Ketua LAZISNU Pasuruan, Nur Kholis Majid, mengatakkan bahwa koin NU bukan sekadar program pengumpulan infak, melainkan fondasi penting dalam membangun kemandirian organisasi sehingga mampu membiayai berbagai kegiatan keumatan tanpa bergantung kepada pihak lain. "Koin NU adalah kekuatan organisasi, dari sinilah kita membangun kemandirian untuk mendanai kegiatan-kegiatan NU, baik di tingkat ranting, MWCNU, hingga PCNU," ujarnya.
NU Care-LAZISNU Jawa Timur kembali membuka kesempatan bagi generasi muda yang ingin menghafalkan Al-Qur'an melalui Program Beasiswa Santri Tahfidz 2026. Program ini diselenggarakan bekerja sama dengan Pondok Pesantren Manbaul Ulum Malang. Program ini resmi dibuka mulai 3 Agustus 2026 dan kuota terbatas untuk sembilan orang. Direktur Wilayah NU Care-LAZISNU Jatim, Moch Rofi'i Boenawi, mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen LAZISNU dalam memperluas akses pendidikan keagamaan bagi masyarakat, sekaligus menyiapkan kader-kader penghafal Al-Qur'an yang mampu memberikan manfaat bagi umat.
NU Care-LAZISNU Jatim menyalurkan bantuan beasiswa pendidikan kepada Zulfa Syauqiyyatuz Zahra, warga Dinoyo Lor, Kelurahan Keputran, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya. Zulfa hidup serba keterbatasan. Ayahnya merupakan seorang penyandang disabilitas sejak lahir, yang dalam kesehariannya harus dibantu alat kruk untuk berjalan. Meski demikian, tekadnya melanjutkan pendidikan anaknya ke perguruan tinggi cukup besar. "NU Care-LAZISNU Jawa Timur selama ini memang berkomitmen mendukung anak-anak yang memiliki semangat belajar, tetapi terkendala biaya," ujar Manajer Distribusi NU Care-LAZISNU Jawa Timur, M Risal Syarifuddin.





