Ketua LAZISNU PWNU Jatim, H A Afif Amrullah, M.EI, resmi dilantik sebagai Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Timur periode 2026–2031 oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Pelantikan berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (9/8/2026) malam. Pengangkatan ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/508/013/2026 tentang Pengangkatan Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Timur 2026–2031, tertanggal 4 Agustus 2026. menempatkan tiga prinsip sebagai fondasi pendistribusian zakat, yakni aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI. Menurutnya, kepatuhan syariah harus berjalan bersama tata kelola dan regulasi yang baik.
LAZISNU Sidoarjo menerima kunjungan sejumlah mahasiswa ITS Surabaya untuk melakukan penelitian implementasi nilai-nilai tasawuf pada program LAZISNU, Sabtu (01/8/2026). Sekretaris LAZISNU Sidoarjo, H Ahmad Zanuar Riza menyambut baik kunjungan akademik mahasiswa ITS Surabaya. Menurutnya, penelitian tersebut menjadi masukan berharga untuk LAZISNU dalam meningkatkan kualitas tata kelola organisasi sekaligus memperkuat program pemberdayaan masyarakat.
LAZISNU Jatim melaksanakan silaturahim bersama NU Care-LAZISNU se-Tapal Kuda di Banyuwangi, Ahad (26/07/2026). Acara ini membahas sejumlah hal, di antaranya optimalisasi pengelolaan zakat produktif hingga layanan digital. Hadir dalam acara perwakilan NU Care-LAZISNU di wilayah Tapal Kuda, meliputi Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Jember, Kencong, Lumajang, Kota Probolinggo, Kabupaten Probolinggo, dan Kraksaan. Sekretaris LAZISNU Jatim, Moch Rofi'i Boenawi, menilai konsolidasi rutin menjadi instrumen penting untuk menyamakan arah pengembangan organisasi.
Majelis Telkomsel Taqwa (MTT) bersama NU Care-LAZISNU Jawa Timur menyalurkan zakat produktif di Kabupaten Gresik, Senin (20/7/2026). Bantuan berupa kios kontainer usaha beserta modal usaha itu menyasar marbot dan juru parkir masjid. Program ini merupakan upaya pemberdayaan ekonomi mustahik agar memiliki pendapatan yang berkelanjutan. Manajer Distribusi NU Care-LAZISNU PWNU Jawa Timur, M Risal Syarifuddin, mengatakan bahwa zakat tidak hanya memiliki fungsi sosial untuk memenuhi kebutuhan dasar penerima manfaat, tetapi juga harus mampu menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi.
NU Care-LAZISNU Jawa Timur gencar melaksanakan program intensifikasi Koin NU. Salah satu LAZISNU di Gresik ditetapkan sebagai pilot project, yaitu LAZISNU PRNU Indro, Sukorejo, dan Gending, di bawah koordinasi LAZISNU MWCNU Kebomas, Gresik. Dari tiga ranting tersebut, LAZISNU PRNU Indro dinilai paling menonjol dalam aspek penghimpunan Koin NU, pentasharufan, serta pelaporan keuangan yang sesuai dengan standar NU Care-LAZISNU Jatim. Sehingga memperoleh bantuan Program Pemberdayaan Ekonomi Masjid berupa rombong dan modal usaha senilai Rp1,5 juta dari NU Care-LAZISNU Jatim. Bantuan tersebut diperuntukkan kepada Masjid Jami’ Al-Kautsar Indro.
NU Care-LAZISNU Kedamean terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan ekonomi masyarakat melalui program NU Care Berdaya. Program yang bersumber dari dana zakat dan infak tersebut diwujudkan dengan memberikan bantuan sarana usaha kepada pelaku UMKM agar mampu berkembang dan mandiri. Salah satu penerima manfaat adalah Wiwik, pemilik Warung Tambak Bu Wiwik di Dusun Bakung, Desa Belahanrejo, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik. Pada Sabtu (6/6/2026), ia menerima bantuan berupa rombong usaha, kompor, dan magicom untuk mendukung usaha kuliner yang selama ini dijalankannya.
- Sebelumnya
- 1
- 2
- Selanjutnya





