NU Care-LAZISNU bersama Unilever Indonesia melalui Unilever Indonesia Foundation terus memperkuat komitmen dalam membangun perempuan Indonesia yang adaptif, mandiri, dan berdaya melalui Program Pendidikan Perempuan Pandai AI (PandAI) & Berdaya: Literasi Keuangan& Digital AI. Program ini digelar sejak Februari dan berakhir pada 24 Mei 2026 secara daring dan luring di delapan wilayah berbeda. “Program ini menyasar sekitar 20 ribu perempuan di berbagai daerah Indonesia, dengan rentang usia 12 hingga 45 tahun,” ujar Wakil Direktur Fundraising, Humas dan IT NU Care-LAZISNU PBNU, Anik Rifqoh.
Semangat pengabdian tanpa batas ditunjukkan Sumardi, salah satu pengurus ranting NU Care-LAZISNU Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar. Ia membagikan pengalaman perjuangannya membangun gerakan infak receh di desa pegunungan dengan segala keterbatasan fisik yang dimilikinya.
NU Care-LAZISNU Jatim terus menguatkan gerakan filantropi di akar rumput. Salah satunya dengan menggelar Rapat Wilayah bertajuk ‘Gerakan Intensifikasi Koin NU’ di Lawang, Malang, Ahad (26/04/2026). Sekretaris LAZISNU Jatim, Moch Rofi’i Boenawi, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi para pengurus dalam pengelolaan dan manajemen Koin NU di semua tingkatan, mulai dari Ranting, MWCNU, hingga PCNU.
LAZISNU Jawa Timur merilis rincian data penerimaan Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) selama bulan Ramadhan 1447 H. Penerimaan itu dihimpun oleh LAZISNU yang tersebar di kabupaten/kota se-Jawa Timur. Data tersebut bersumber dari laporan ZIS Ramadhan 1447 H yang dilakukan NU Care-LAZISNU PCNU se-Jatim per tanggal 14 April 2026. Sebanyak 36 LAZISNU PCNU se-Jatim telah mengirimkan laporan, sementara 9 sisanya menyusul.
NU Care-LAZISNU se-Jawa Timur mengelola dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) hingga Rp208.027.849.090 atau Rp208 miliar selama Ramadhan 1447 H. Rinciannya, zakat maal sebesar Rp20.553.920.027 (Rp20 miliar), zakat fitrah Rp138.150.127.917 (Rp138,1 miliar), infaq/sedekah Rp10.450.274.495 (Rp10,4 miliar), dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) Rp478.564.589 (Rp478,5 juta), dan infaq/shadaqah barang Rp1.250.319.200 (Rp1,2 miliar). “Perolehan itu telah disalurkan kepada 3.290.182 atau 3,7 juta penerima manfaat di berbagai daerah,” ujar Ketua LAZISNU Jatim, H A Afif Amrullah, Selasa (21/04/2026).
Momentum Hari Kartini dimanfaatkan NU Care-LAZISNU Jawa Timur untuk menghadirkan kepedulian di bidang pendidikan. Melalui program beasiswa, LAZISNU Jatim membebaskan tunggakan biaya pendidikan seorang siswi di SMK YPM Taman Sidoarjo. “Yuliana tinggal bersama ibunya dan menghadapi keterbatasan ekonomi yang berdampak pada keberlangsungan pendidikannya,” ujar Manajer Distribusi NU Care-LAZISNU Jatim, M Rizal Syarifuddin, di sela penyaluran beasiswa dhuafa, Selasa (21/04/2026).





